Kunjungi Web Kami Yang Merupakan Portal Berita Yang Membahas Bisnis, Keuangan, Gaya Hidup Serta Kesehatan

CARA MERAWAT SEPATU KULIT PANTOFEL

Pada umumnya seseorang dinilai dari kesan pertama, mulai cara dia berpakaian, gaya rambut, aksesoris yang dipakai sampai penggunaan alas kaki. Kesan pertama menunjukkan kredibilitas seseorang, apakah dia seorang sales, pelamar pekerjaan, prospek, bahkan saat pertama kali bertemu calon mertua.

Banyak orang mengesampingkan tentang alas kaki atau sepatu, padahal justru sepatu menjadi barometer apakah seseorang memiliki jiwa teliti, tekun, bersih atau rapi.

Kualitas sepatu yang dipakai seseorang juga menunjukkan tingkat penghargaan terhadap dirinya sendiri, sehingga dia juga akan dihargai orang lain.

Sepatu yang terawat dengan baik dan dalam kondisi bersih, akan terasa nyaman ketika dipakai. Dapat menambah daya tarik penampilan dan tentunya meningkatkan rasa percaya diri si pemakai. Baik saat beraktifitas di kantor, jalan-jalan maupun saat kencan dengan pacar.

Maka dari itu, memilih dan merawat sepatu yang baik agar selalu terlihat menawan merupakan hal yang penting dalam menunjang penampilan.

Bahan dasar sepatu ada beraneka ragam, misalnya berbahan kain, kulit asli, kulit imitasi, karet, plastik dan sebagainya. Untuk meningkatkan kredibilitas penampilan, bisa dipilih sepatu yang berbahan dasar dari kulit.

Memilih Sepatu Kulit Pantofel Yang Baik

Jika memilih sepatu kulit yang berkualitas, pilihlah yang berbahan dasar kulit asli, bukan sintetis. Lihat juga bagian dalamnya, terbuat dari kulit asli berkualitas tinggi misalnya calfskin atau kulit anak sapi, bukan dari bahan karet. Perhatikan jaritan dan bagian sole, akan terlihat rapi.

Tips Merawat Sepatu Kulit Pantofel

Berikut ini beberapa hal yang harus diperhatikan dalam merawat sepatu kulit pantofel agar tetap bersih, berkilau dan awet. Penyemiran merupakan syarat mutlak merawat sepatu pantofel. Persiapkan dulu beberapa peralatan yang akan digunakan untuk menyemir sepatu diantaranya:

Saddle soap
Wax / cream polish sesuai warna sepatu
Sikat sepatu
Kain lap

Cara Memegang Sepatu Selama Penyemiran

Sepatu pantofel dipegang dengan tangan kiri, yaitu masukkan empat jari mulai telunjuk hingga kelingking ke dalam sepatu sedangkan ibu jari di luar. Lekukan antara telunjuk dan ibu jari digunakan untuk menahan sepatu dan mengubah-ubah posisinya. Tangan kanan dipakai menyemir, menyikat atau mengelap sepatu, secara searah atau bolak-balik.

Bersihkan Kotoran Yang Menempel Dan Keringkan

Jangan sekali-kali menyemir sepatu pantofel yang masih dalam keadaan kotor dan basah. Akibatnya kita malah menyebarkan kotoran ke seluruh permukaan sepatu.

Bersihkan dulu kotoran dengan saddle soap yaitu sabun yang dirancang khusus untuk membersihkan bahan dasar dari kulit. Lalu bersihkan dengan kain yang lembut. Keringkan sepatu dengan cara diangin anginkan.

Jika sepatu Anda kehujanan, sesegera mungkin keringkan permukaan sepatu dengan tisu atau kain kering yang lembut, kemudian tambahkan kertas koran ke dalam sepatu, lalu diangin anginkan dalam posisi berdiri. Yang perlu diperhatikan juga adalah jangan mengeringkan sepatu dengan hair dryer, karena akan merusak bagian kulit sepatu. Biarkan sepatu mengering secara alami.

Semir Sepatu Secara Rutin

Setelah sepatu pantofel bersih dan kering, semir sepatu kulit Anda dengan produk wax/cream polish yang ada sesuai warna sepatu.

Oleskan wax/cream polish ke seluruh permukaan kulit sepatu secara merata. Menyemir tidak boleh terlalu banyak karena justru akan membuat debu mudah menempel di kulit sepatu. Kemudian Anda sikat (tanpa semir) secara lembut keseluruh permukaan sepatu.

Diamkan beberapa menit, lalu gosok dengan kain bersih hingga mengkilap. Sepatu kulit sebaiknya di semir secara rutin setiap hari.

Jangan Dijemur Di Bawah Sinar Matahari Langsung

Jika ingin menjemur sepatu pantofel, boleh saja dilakukan namun hindari sinar matahari langsung, dan tidak boleh menjemur terlalu lama, karena sepatu kulit akan menjadi terlalu kering dan mudah rusak. Sepatu kulit yang terlalu kering menjadi pecah-pecah lama-kelamaan menjadi terkelupas.

Keringkan Kaki Sebelum Mengenakan Sepatu

Kaki yang basah tentu membuat kaus kaki juga basah, sehingga bagian dalam sepatu menjadi lembab. Jika hal ini dilakukan terus-menerus, akan memicu berkembangnya bakteri dan jamur di dalam sepatu yang tentunya tidak baik bagi kesehatan kaki. Sepatu dan kaki menjadi bau dan menimbulkan jamur atau kutu air di sela-sela jari kaki.

Untuk menghilangkan bau, taburkan baking soda pada bagian dalam sepatu di malam hari. Lalu bersihkan taburannya di pagi hari.

Memiliki Beberapa Pasang Sepatu Merupakan Solusi Yang Baik

Jika sepatu yang sama digunakan terus menerus, apalagi dalam kondisi yang lembab atau basah, sepatu akan cepat rusak.

Setelah dikeringkan dan disemir lebih baik disimpan sepatu Anda di rak sepatu, kemudian gunakan sepatu yang lain. Dengan cara ini membuat sepatu tetap awet, selalu mengkilap dan tahan lama.

Sediakan Rak Sepatu

Biasakan setelah selesai beraktifitas dan pulang ke rumah, angin-anginkan sepatu, kemudian semir dan angin-anginkan lagi setelah itu disimpan dengan rapi.

Sediakan tempat khusus untuk menyimpan sepatu pantofel. Rak sepatu bisa berbahan kayu, plastik, logam atau apapun itu agar sepatu Anda tertata dengan rapi. Jika sepatu jarang digunakan, bisa meletakkannya di dalam kotak kardus sepatu sewaktu Anda membelinya dulu, agar sepatu terhindar dari debu.

CARA MENCUCI TOPI KAIN YANG BENAR

Topi merupakan aksesoris yang populer di masa kini, mungkin sama populernya dengan tas atau jaket. Sejak awal topi dipopulerkan sekitar tahun 1700 yang waktu itu dipakai oleh militer Inggris.

Namun kini topi tidak hanya dipakai oleh kalangan militer saja, masyarakat umum mulai anak-anak, dewasa, manula tanpa mengenal gender (laki-laki maupun perempuan), baik situasi formal maupun non formal topi tetap biasa dipakai.

Fungsi Topi

Ada beberapa alasan, mengapa seseorang mengenakan topi, antara lain:

1. Melindungi kulit wajah dari sengatan matahari.

2. Menyembunyikan kerusakan rambut, misalnya kebotakan, ketombe, rambut kusam.

3. Sebagai aksesoris untuk meningkatkan penampilan.

Bahan Topi

Topi kini terbuat dari berbagai bahan, misalnya kain, katun, logam, sutera, benang wol, anyaman bambu, kulit asli, kulit sintetis, karet, dan lain-lain.

Cara Mencuci Topi Yang Benar

Mungkin sebagian besar orang suka memakai topi namun tidak semua tahu bagaimana cara mencuci topi dengan benar, agar topi yang kita miliki tetap awet, tidak berubah bentuk, tidak berbau apek serta warnanya tetap terjaga.

Perlu diperhatikan bahwa bagian topi yang paling kotor justru pada bagian dalam topi, yaitu di lingkar kepala, yang bersentuhan langsung dengan rambut dan kulit kepala.

Berikut ini kami sajikan cara mencuci topi yang benar:

•  Topi dapat dicuci dengan detergen, namun jangan dicampur dengan pakaian lain. Hindari menggunakan air panas dan pemutih karena dapat memudarkan warna topi. Sebaiknya menggunakan air dingin untuk topi berwarna gelap dan air hangat untuk topi yang berwarna putih.

•  Untuk melakukan pencucian pertama kali, dilakukan pengujian warna dulu. Dengan menggunakan kain yang lembut, kain dicelupkan ke air dingin dan tambahkan sedikit detergen yang telah dilarutkan ke air.

•  Gosokkan kain yang telah dicampur deterjen pada sedikit bagian tersembunyi dari topi Anda. Umumnya dibagian bawah dari pinggiran topi Anda adalah tempat yang tepat untuk menguji ini. Dengan cara tersebut, Anda bisa memastikan apakah topi Anda akan berubah warna setelah dicuci atau tidak.

•  Selanjutnya cucilah bagian tersembunyi dari topi Anda dengan kain pembasuh basah yang dicampur air bersih. Biarkan topi mengering. Jika tidak ada perubahan warna, baru kita lanjutkan untuk mencuci keseluruhan topi.

•  Mencuci topi juga tidak boleh memberi detergen atau cairan pengharum/pelembut baju langsung pada topi, hal ini juga menyebabkan warna luntur. Sebaiknya detergen dilarutkan ke dalam air terlebih dahulu, baru memasukkan topi ke dalamnya. Hindari pemakaian softener terlalu banyak karena dari kasus yang sering kami temukan softener malah melunturkan topi.

•  Topi lebih baik dicuci dengan tangan, karena penggunaan mesin cuci dapat menyebabkan perubahan bentuk pada topi, terutama pada bagian sisinya. atau ujungnya yang mudah rusak akibat gesekan di mesin cuci.

•  Jangan menggosok  terlalu keras dan hindari penggunaan sikat pakaian karena akan mudah menyebabkan seratnya menjadi lebih cepat rusak.

•  Terus basuh dan bersihkan topi Anda sampai tidak ada lagi sabun yang menempel pada topi tersebut.

•  Untuk menghindari topi kusut, berubah bentuk atau patah pada topi yang memiliki tulang depan (seperti topi remaja), maka tidak perlu diperas atau dikucek setelah selesai dicuci. Cukup ditekan perlahan untuk mengeluarkan airnya dan dikibaskan.

•  Biarkan topi Anda kering dengan mengangin-anginkan tanpa terkena sinar matahari. Untuk menjaga bentuk topi, letakkan topi pada benda yang berbentuk kepala, seperti balon atau kaleng kopi, selama mengeringkan topi.

•  Saat menyimpan  usahakan untuk memisahkannya dengan jenis pakaian lainnya. Gunakan gantungan khusus topi dan jangan menumpuk topi dengan model yang berbeda agar tidak merusak bentuk aslinya.

•  Dalam lemari penyimpanan Anda bisa menambahkan kamper atau pewangi lemari untuk mencegah masuknya ngengat yang dapat merusak topi.